Rabu, 06 Januari 2016

Mengenal Jendela Excel 2013

Mengenal Jendela Excel 2013

Mengenal Jendela Excel 2013
Pada saat membuka program Excel 2013, kita akan melihat tampilan aplikasi yang elegan, menarik dan mudah untuk dioperasikan, terutama sekali dengan fitur ribbonnya yang semakin menarik. Bagian atau elemen utama yang terdapat pada jendela Ms. Excel 2013 adalah sebagai berikut :
  1. Ribbon Tabs adalah tab - tab untuk mengakses perintah - perintah pada ribbon.
  2. Quiks Access Toolbar adalah toolbar yang membuat beberapa tombol pintas yang bukan bagian dari ribbon.
  3. File Excel (nama buku kerja) ialah ketetapan awal (default), nama buku kerja adalah Book (Book 1, Book 2 dan seterusnya).
  4. Nama program aplikasi, dalam hal ini Excel 2013. Bagian atau komponen yang berisi buku kerja dan program aplikasi dinamakan Title Bar.
  5. Sizing Button, berisi tombol minizime, maxzimize/ restore dan close yang berfungsi untuk mengatur ukuran jendela atau mengakhiri penggunaan program aplikasi.
  6. Sign in, digunakan untuk masuk kedalam akun agar terintrgrasi dengan layanan online.
  7. Ribbon ialah area yang memuat tombol - tombol perintah dan fitur - fitur utama Excel 2013 yang berisi tombol atau ikon untuk mengilah data.
  8. Cell pointer atau pentunjuk sel, merupakan indikator petunjuk sel yang aktif.
  9. Nama kolom, yang dimulai dari A sampai dengan Z dengan jumlah 16.384 kolom.
  10. Formular Bar atau baris rumus/ formula, berisi isi informasi sel yang sedang aktif, dengan kata lain apa yang kita isikan pada sel dapat diliahat dalam baris rumus.
  11. Nama baris, yang dimulai dari 1 sampai dengan 1048576, dengan demikian baris pada Excel 2013 sebanyak 1.048.576 baris.
  12. Tab lembar kerja, berisi nama lembar kerja dalam satu buku kerja. Untuk berpindah lembar kerja pilih dan klik lembar kerja yang dikehendaki.
  13. Tombol navigasi, berfungsi untuk berpindah antar sheet (jika jumlah sheet lebih dari 1)
  14. New Shett atau lembar kerja baru, berfungsi untuk menambah sheet yang kita inginkan.
  15. View Mode, digunakan untuk mengatur mode tampilan lembar kerja.
  16. Horizontal Scroll Bar, digunakan untuk menggeser posisi data pada layar ke kiri atau ke kanan.
  17. Verticak Scrol Bar, digunakan untuk menggeser posisi data pada layar ke atas atau ke bawah.
  18. Zoom Silder, digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan lembar kerja.
Selain bagian atau elemen yang telah dijelaskan, bagian inti lembar kerja adalah area lembar kerja yang berada ditengah jendela. Area lembar kerja terdiri dari sekumpulan sel yang ditandai dengan posisi kolom dan baris (disebut dengan istilah alamat sel), yaitu merupakan bagian yang digunakan untuk memasukkan atau mengolah data.

PENGERTIAN DAN MENGENAL MICROSOFT EXCEL

Kamis, 19 November 2015

Album ‘Explore’ Isyana Sarasvati Bakal Diluncurkan 25 November Mendatang Lho !!(R.ARYO PRADIPTO/ABSEN 20)




Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur Interinsik/Ekserinsik Cerpen (Nuruddina Q.A/19)

Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur Interinsik/Ekserinsik Cerpen (Cerita Pendek)

Cerpen (singkatan dari cerita pendek) merupakan karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh.

Unsur -Unsur Interinsik Cerpen

1. Tema 

Gagasan utama/pikiran pokok. Tema merupakan pokok pembicaraan yang mendasari cerita. Tema bersifat menjiwai keseluruhan cerita dan mempunyai generalisasi yang umum, oleh karena itu, untuk menemukan tema sebuah karya fiksi harus disimpulkan dari seluruh cerita, tak hanya bagian-bagian tertentu dari cerita. Tema sebagai salah satu unsur karya fiksi sangat berkaitan erat dengan unsur-unsur yang lainnya.

2. Alur

Rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah ceritaBagian-bagian alur:
a. Tahap penyituasian atau pengantar/pengenalan
Tahap pembukaan cerita atau pemberian informasi awal, terutama berfungsi untuk melandasi cerita yang dikisahkan pada tahap berikutnya.
b. Tahap pemunculan konflik
Tahap awal munculnya konflik. Konflik dapat berkembang pada tahap berikutnya . Peristiwa-peristiwa yang menjadi inti cerita semakin mencengangkan dan menegangan.
c. Tahap klimaks
Konflik-konflik yang terjadi atau ditimpakan kepada para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak yang biasanya di alami oleh tokoh-tokoh utama.
d. Tahap peleraian
Penyelesaian pada klimaks , ketegangan di kendurkan , konflik-konflik tambahan di beri jalan keluar, kemudian cerita di akhiri, disesuaikan dengan tahap akhir di atas.
e. Tahap penyelesaian
Konflik sdah diatasi/diselesaikan oleh tokoh. Cerita dapatdi akhiri dengan gembira ata sedih.

3. Latar

Latar merupakan keterangan yang menyebutkan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa pada sebuah karya sastra.

Jenis-jenis latar :

a. Latar waktu
Keterangan tentang kapan peristiwa itu terjadi . Misal, pagi,siang, sore, malam.
b. Latar tempat
Keterangan tempat peristiwa itu terjadi. Misal di rumah, di sekolah.
c.  Latar suasana
Latar suasana menggambarkan peristiwa yang terjadi. Misal, gembira, sedih romantis.

4. Penokohan/ Perwatakan

Tokoh adalah pelaku pada sebuah cerita. Tiap-tiap tokoh biasanya memiliki watak , sikap, sifat dan kondisi fisik yang disebut dengan perwatakan/karakter. Dalam cerita terdapat tokoh protagonis (tokoh utama), antagonis (lawan tokoh protagonis) dan tokoh figuran / tokoh pendukung cerita.Pemberian sifat pada pelaku-pelaku cerita. Sifat yang diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu.2 metode yang digunakan:
a. Metode analitik
Metode penokohan yang memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, misal, pemarah, penakut, sombong, pemalu, keras kepala.
b. Metode dramatik
Metode penokohan yang tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui:
-Penggambaran fisik (berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit)
-Penggambaran melalui cakapan yang dilakukan tokoh lain
-Teknik reaksi tokoh lain yang berupa pandangan, pendapat, sikap, komentar.

5. Sudut pandang

Posisi pengarang pada sebuah cerita terdiri dari :
a.  Sudut pandang orang pertama 
Menggunakan kata ganti “aku” sebagai pelaku utamanya.
b. Sudut pandang orang ke dua
Menggunakan kata ganti “kamu” sebagai pelaku utamanya.
c. Sudut pandang orang ke tiga
Menggunakan kata ganti “ia, dia, mereka” sebagai pelaku utamanya.
d. Sudut pandang campuran
Menggunakan kata ganti “aku” dan “kamu” sebagai pelaku utamanya.

7. Amanat

Pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya kepada pembaca / pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, kritik dan sebagainya.

Tahapan Dalam Cerpen

1. Pengenalan / pengantar
2. konflik
3. Klimaks
4. Peleraian
5. Penyelesaian

Langkah - Langkah Menyusun Cerpen

  1. Siapkan Tema
  2. Tentukan jenis cerpen
  3. Tentukan segmen
  4. Tentukan tokoh
  5. tentukan konflik
  6. Tentukan penyelesaian
  7. Tentukan judul


Ciri-Ciri Cerpen

a. Bersifat fiktif
b. Panjang cerpen kurang dari 10.000 kata
c. habis dobaca dala, sekali duduk
d. memiliki kesan tunggal
e. bersifat padu, padat, dan intensif
f. terdapat konflik tetapi tidak sampai menimbulkan perubahan nasib pelaku utama
g. hanya terdapat satu alu saja

Unsur - Unsur Ekserinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik Cepem adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik meliputi:

1. Latar belakang masyarakat

Pengaruh kondisi latar belakang masyarakat sangat lah besar terhadap terbentuknya sebuah cerpen. Pemahaman itu bisa berupa pengkajian :
Ideologi negara
Kondisi politik
Kondisi sosial
Hingga kondisi ekonomi masyarakat.

2. Latar belakang kehidupan pengarang

Latar belakang pengarang bisa meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup dan juga sejarah hasil karangan - karangan sebelumnya. Latar belakang pengarang dapat terdiri dari:
Biografi
Biografi ini berisi tentang riwayat hidup si pengarang yang ditulis secara keseluruhan
Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis ini berisi tentang pemahaman mengenai kondisi mood serta keadaan yang mengharuskan seorang pengarang menulis cerpen
Aliran Sastra
Seorang penulis pasti akan mengikuti aliran sastra tertentu. Ini sangat berpengaruh terhadap gayapenulisan yang dipakai penulis dalam menciptakan sebuah karya.

3. Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)           

Nilai yang terkandung adalah salah satu unsur penting di dalam sebuah karya sastra. Nilai – nilai tersebutlah yang akan diambil oleh pembaca sebagai rangkuman isi dari karya penulis.

a. Nilai Agama

Nilai agama yaitu nilai-nilai dalam cerita yang sangat berkaitan dengan ajaran yang berasal dari agama.

b. Nilai Moral

Nilai moral merupakan nilai-nilai dalam cerita yang sangat berkaitan dengan akhlak atau etika. Nilai moral dalam sebuah cerita bisa jadi nilai moral yang baik, bisa juga nilai moral yang buruk/jelek.

c. Nilai Budaya

Nilai budaya merupakan nilai-nilai yang berkenaan dengan kebiasaan/tradisi/adat-istiadat yang berlaku pada suatu medan/daerah.

Demikian artikel tentang Materi Cerpen kali ini semoga bermanfaat.

Rabu, 18 November 2015

Palang Merah Remaja (TIYA HARUM/30)


Palang Merah Remaja

Logo Palang Merah Indonesia
Palang Merah Remaja (disingkat PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.Terdapat di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia, dengan anggota lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Kebijakan PMI dan federasi tentang pembinaan Remaja bahwa:
  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan.
  5. Remaja calon pemimpin PMI pada masa depan.
Palang Merah Remaja atau PMR adalah suatu organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat (sanggar, kelompok belajar, dll.) yang bertujuan membangun dan mengembangkan karakter Kepalangmerahan agar siap menjadi Relawan PMI pada masa depan.

Karakteristik PMR

Bersih, Sehat, Kepemimpinan, Peduli, Kreatif, Kerjasama, Bersahabat dan Ceria.

Keanggotaan dan tingkatan PMR

Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya
  1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda
  2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit
  3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah

Hak dan kewajiban PMR

Hak
  • Mendapatkan kartu tanda anggota.
  • Mendapatkan pembinaan dan pengembangan dari PMI.
  • Menyampaikan pendapat dalam forum pertemuan PMI melalui kegiatan atau rapat PMI.
  • Mendapatkan pengakuan dan penghargaan berdasarkan prestasi.
Kewajiban
  • Membayar iuran keanggotaan.
  • Melaksanakan Tri Bakti PMR.
  • Menjalankan dan membantu menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.
  • Mematuhi AD/ART PMI menjaga nama baik dan kehormatan PMI.

Peran dan fungsi PMR

Keterlibatan anggota remaja PMI dalam kegiatan Tri Bakti PMR disesuaikan dengan kompetensi dan ketertarikan mereka, serta kebutuhan PMI dan remaja. Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan, mereka memerankan fungsi yang berbeda-beda.
  • PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi contoh/model ketrampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
  • PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup sehat.
  • PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.

Pendidikan dan pelatihan PMR

Setiap anggota PMR wajib mendapatkan pelatihan sebelum terlibat dalam kegiatan Tri Bhakti PMR agar siap menjalankan peran dan fungsinya. setiap sesi pelatihan akan menguatkan karakter (kualitas positif) anggota PMR untuk meningkatkan ketrampilan hidup sehat dan menjadi calon relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan trampil, tetapi juga perlu memahami dan menerapkan yang telah mereka pelajari, dalam proses pelatihan. Proses pelatihan dapat dilakukan oleh PMI Kota/Kabupaten maupun Unit PMR, sesuai kurikulum yang telah ditetapkan. Waktu pelaksanaan menyesuaikan dengan kalender pendidikan, berintegrasi dengan kegiatan-kegiatan tertentu, maupun waktu-waktu yang telah disepakati bersama antara PMI Kota/Kabupaten, fasilitator/pelatih, dan anggota PMR.

Materi pokok pelatihan PMR

Gerakan kepalangmerahan

Cakupan materinya antara lain sejarah, lambang, kegiatan kepalangmerahan, penyebarluasan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.

Kepemimpinan

Cakupan materinya antara lain bekerjasama, berkomunikasi, bersahabat, menjadi pendidik sebaya, memberikan dukungan, menjadi contoh perilaku hidup sehat.

Pertolongan Pertama

Cakupan materinya antara lain Menghubungi dokter/rumah sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan rumah, menolong diri sendiri.

Sanitasi dan Kesehatan

Cakupan materinya antara lain merawat keluarga yang sakit dirumah, perilaku hidup sehat, kebersihan diri dan lingkungan.

Kesehatan Remaja

Cakupan materinya antara lain Kesehatan reproduksi, Napza, HIV/AIDS.

Kesiapsiagaan Bencana

Cakupan materinya antara lain jenis bencana, cara-cara pencegahan, mempersiapkan diri, teman, dan keluarga menghadapi bencana.

Donor darah

Cakupan materinya antara lain kampanye donor darah, merekrut donor darah remaja, mempersiapkan diri menjadi pedonor, mengadakan kegiatan donor darah pada saat wabah demam berdarah atau setelah kejadian bencana.
Pada awal pelatihan seluruh anggota PMR akan mendapatkan informasi mengenai cakupan materi dan tujuan yang akan dicapai. Pada tahap ini pelatih maupun fasilitator mengidentifikasi anggota yang baru pertama bergabung dengan PMR, dan anggota yang melanjutkan keanggotaannya (misalnya dari anggota PMR Mula melanjutkan ke PMR Madya). Anggota yang baru bergabung akan mengikuti proses pelatihan sejak awal, sedangkan yang melanjutkan keanggotaannya maka dapat dilibatkan sebagai asisten untuk membantu teman-temannya memahami materi. Suatu sistem penghargaan, pengakuan, pemantauan, dan evaluasi tingkat pengetahuan, keterampilan, pemahaman, dan sikap dirancang dalam bentuk syarat kecakapan PMR.
Setiap materi dan kegiatan saling terkait. Ketika belajar siaga banjir, maka akan belajar juga tentang Pertolongan Pertama pada luka atau sakit akibat banjir (diare, demam, akibat terbentur benda keras, luka lecet), sanitasi dan air bersih, bagaimana menerapkan 7 Prinsip dan kepemimpinan jika memberikan pertolongan, cara-cara menyelenggarakan aksi donor darah untuk korban banjir, belajar kandungan gizi yang tepat jika akan menyumbang bahan makanan, bagaimana menyelenggarakan acara-acara untuk menghibur remaja dan anak korban bencana.

Tri Bhakti PMR

keterlibatan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan merupakan karya dan bakti nyata setelah mengikuti pelatihan serta pengakuan terhadap keberadaan dan kompetensi dalam meningkatkan kualitas anggota dan organisasi, serta memberikan jawaban atas berbagai minat bergabungnya remaja dengan PMI. Ada pun isi dari Tri Bhakti PMR adalah:
  1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat.
  2. Berkarya dan berbakti di masyarakat.
  3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Jumbara PMR

Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira PMR adalah salah satu kegiatan besar organisasi PMI disetiap tingkatan untuk pembinaan dan pengembangan PMR seperti halnya jambore pada organisasi Pramuka. Jumbara diadakan dalam setiap tingkatan PMI . Ada jumbara tingkat kecamatan, kabupaten/kota , provinsi dan Jumbara Nasional, di mana pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan PMI di wilayah yang bersangkutan.

Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama "7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional" (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).
  • Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antarsesama manusia.
  • Kesamaan
Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.
  • Kenetralan
Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.
  • Kemandirian
Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus menaati peraturan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.
  • Kesukarelaan
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
  • Kesatuan
Di dalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional dan hanya boleh memilih salah satu lambang yang digunakan Palang merah atau Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah negara bersangkutan.
  • Kesemestaan
Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir di seluruh dunia. Setiap perhimpunan nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.

Contoh Susunan Makalah Yang Baik Sesuai Standar Pendidikan - Makalah Pendidikan (Sri Haryanti/29)

Rabu, 04 November 2015

Sinopsis Lengkap Film Janji Hati (Sri Haryanti/29)

Sinopsis Lengkap Film Janji Hati (2015)

Sinopsis Lengkap Film
Janji Hati
(2015), Cinta Segitiga yang
Dilatarbelakangi Trauma Masa Lalu
sinopsis janji hati
Sutradara :
Otoy Witoyo Produser :
Rudi Soedjarwo, Tyas Abiyoga
Pemain :
Aliando Syarief, Elvira Natali, Guntur Nugraha, Irma Tricahyanti, Rano Dimas, Nevy Helma, Hetty Reksoprodjo
Produksi :
PT. Bumi Prasidi Bi Epsi, Integrated Film Solution (IFS)
Tanggal Rilis :
5 Februari 2015
Durasi :
113 menit
Bahasa :
Indonesia

Trailer Film Janji Hati:

Sinopsis lengkap film Janji Hati:

Aktor muda Indonesia yang sedang “naik daun” melalui sinetron Ganteng-Ganteng Serigala dengan peran sebagai vampir bernama Digo, Aliando Syarief akan muncul dalam sebuah film terbaru di tahun 2015 ini. Setelah sebelumnya hanya mendapat peran pendukung sebagai Yusuf Matutu dalam debutnya di dunia layar lebar melalui film “Garuda di Dadaku 2” (2011), kali ini dia akan hadir sebagai pemeran utama dalam film anyar berjudul “Janji Hati” tersebut. (Baca juga: Sinopsis Lengkap Film Nada Untuk Asa)
Cerita dalam film Jani Hati ini sendiri diangkat dari sebuah novel bestseller karya Elvira Natali dengan judul yang sama seperti filmnya. Sang penulis sekaligus juga akan turut berperan dalam film ini dengan memerankan tokoh utama wanitanya. Film ini mengisahkan kehidupan cinta tiga remaja yang dilatarbelakangi trauma masa lalu yang pernah mereka dialami. Ketiganya adalah Amanda (Elvira Natali), Dava (Aliando Syarief) dan Leo (Guntur Nugraha). (Baca juga: Sinopsis Lengkap Film The Imitation Game (2015)
Amanda harus kehilangan kakaknya, Revan, setelah meninggal akibat peristiwa tragis tabrak lari tiga tahun yang lalu. Sejak itu, dia pun hidup sendiri di Indonesia, hanya ditemani seorang supir dan pembantu, karena kedua orang tuanya memutuskan untuk tinggal di Los Angeles. Kemudian, Dava yang ditinggal ibunya, dan terpaksa harus hidup bersama dengan ibu tiri. Oleh karena itulah, dia pun menjadi seorang pria yang dingin, cuek, kasar dan sangat keras kepala.
Sedangkan Leo, selama ini memiliki mimpi buruk yang terus menghantuinya sampai sekarang, dan itu berhubungan dengan wanita yang dia cintai, yang ternyata adalah Amanda. Makanya, ketiganya sama-sama menutup hati dari orang lain, karena takut akan merasakan lagi rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang mereka cintai. Namun, tiba-tiba saja trauma akibat masa lalu itu mulai berubah, ketika mereka bertiga bertemu dan saling berkenalan.
Suatu ketika, Dava yang sulit mendapatkan teman akibat sikapnya yang kasar dan sikapnya dingin, menghukum Amanda. Namun, hukuman itu malah membawanya pada pertemuan selanjutnya dengan Leo, yang ternyata adalah kakak tiri Dava. Lama-kelamaan, hubungan mereka bertiga pun menjadi semakin dekat. Apalagi, dengan seiring berjalannya waktu, Dava pun mulai berubah dan menjadi pribadi yang berbeda, yang sangat baik dan lemah lembut.
Amanda pun harus memilih salah satu di antara mereka. Sayangnya, cintanya kali ini sepertinya juga tak akan bisa bertahan lama, karena trauma akibat kematian kakak tercintanya masih terus membayangi kehidupan Amanda. Meski begitu, dia harus tetap memilih. Sedangkan, Leo yang sudah menyukai Amanda sejak lama, mencoba berusaha berdamai dengan perasaannya tersebut. Dia harus sadar diri, jika suatu saat nanti dirinya ternyata bukanlah menjadi pilihan.
Apalagi, hubungan Amanda dan Dava semakin dekat dan mesra. Mereka berdansa romantis, bermain-main di pantai dan berpelukan mesra. Meski kemudian, perpisahan sempat terjadi diantara mereka, namun semakin menunjukkan sebuah rasa yang tertutupi. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Amanda untuk mengisi hatinya? Apakah Dava yang sudah berusaha menunjukkan perubahan? Atau, Leo yang selama ini memendam perasaannya kepada Amanda?
Dengan mengusung tema cinta segitiga, cerita film ini memang menjadi cukup menarik. Meski pun di awal cerita agak terkesan lambat dan cengeng, namun alur cerita dan plotnya dari pertengahan hingga akhir cukup bagus. Setelah trailernya pertama kali muncul pada bulan Juli tahun 2014 lalu, film Janji Hati ini pun tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 5 Februari 2015. Jangan lupa tonton bersama keluarga, teman-teman atau pacar kamu!